Don't get me wrong, Extraordinary Schools Are Not Inclusive Schools
24 November 2020 18:00
Sejak beberapa tahun silam, dunia pendidikan Indonesia mulai mengenal sekolah inklusif. Sekolah ini menjadi alternatif baru bagi para orang tua yang memiliki anak dengan disabilitas (AdD). Sebelumnya, para AdD ini hanya memiliki satu pilihan dalam mengakses pendidikan, yakni di sekolah luar biasa (SLB).
Karena sama-sama mengakomodasi AdD untuk mendapatkan pendidikan sebagaimana anak lainnya, banyak orang yang beranggapan bahwa sebetulnya kedua jenis sekolah tersebut adalah sama. Padahal, jika dicermati lebih lanjut, perbedaan di antara keduanya tampak sangat jelas. Agar Anda pun tidak salah memahami kedua jenis sekolah ini, simak ulasan berikut ini.
Perbedaan Sekolah Luar Biasa dan Sekolah Inklusif
Dunia pendidikan tidak mengenal diskriminasi. Siapa pun itu, baik anak pada umumnya maupun anak yang memiliki keterbatasan dalam hal tertentu memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang baik.
Untuk merespons hal tersebut, Indonesia mengenal dua jenis sekolah yang menjadi sarana belajar para AdD, yaitu sekolah luar biasa (SLB) dan sekolah inklusi. Namun, keduanya memiliki perbedaan sebagai berikut.
1. Batasan Murid yang Diterima
Sesuai namanya, SLB dirancang khusus untuk anak-anak penyandang disabilitas sehingga hanya menerima AdD. Oleh karena itu, semua sistemnya, mulai dari kurikulum, metode pembelajaran, tenaga pengajar, hingga fasilitasnya disiapkan secara khusus sesuai kebutuhan para siswanya.
Sekolah inklusif memiliki prinsip yang sama, yaitu kesetaraan hak pendidikan bagi para AdD, tetapi diimplementasikan dalam bentuk yang sangat berbeda. Jika di SLB hanya ada anak dengan disabilitas, tidak demikian dengan sekolah inklusi.
Bisa dikatakan, sekolah inklusi merupakan jembatan antara sekolah reguler dengan SLB. Sekolah reguler tidak menerima AdD dan SLB justru kebalikannya, tidak menerima anak biasa. Sekolah inklusif menerima murid tanpa memandang apakah mereka anak biasa atau AdD. Dengan kata lain, sekolah inklusi adalah sekolah reguler yang juga menerima murid AdD.
2. Fasilitas Belajar Mengajar
Di sekolah luar biasa (SLB), para siswa mendapatkan fasilitas sesuai dengan keterbatasan yang mereka miliki. Guru, cara berkomunikasi, bahkan konstruksi gedungnya pun disesuaikan untuk dapat memenuhi kebutuhan para siswa yang memiliki keterbatasan.
Sementara itu, di sekolah inklusi, para siswa AdD akan belajar bersama-sama di satu ruang yang sama dengan anak lainnya pelajaran yang diberikan pun sama. Memang, para AdD yang bersekolah di sekolah inklusi juga mendapatkan pendampingan dari guru pembimbing khusus. Namun, tentunya tidak seintensif jika bersekolah di SLB.
Untuk dapat ditunjuk oleh pemerintah sebagai sekolah inklusi, sekolah harus memenuhi syarat tertentu, seperti menyiapkan lingkungan yang kondusif untuk penyandang disabilitas, guru yang sudah mendapatkan pelatihan khusus untuk mengajar di sekolah inklusi, fasilitas yang mendukung semua aktivitas anak, dan sebagainya.
3. Kemampuan Kognitif Anak
Meskipun sekolah inklusi dan sekolah luar biasa sama baiknya, Anda wajib memperhatikan kemampuan kognitif anak karena hal ini akan sangat menentukan apakah anak lebih baik disekolahkan di SLB atau sekolah inklusi.
Di sekolah inklusi, anak-anak AdD diperlakukan sama dengan teman-teman lainnya. Begitu juga dengan pembelajarannya. Karena itulah, sekolah inklusi lebih tepat untuk AdD yang memiliki kemampuan kognitif yang baik. Sementara itu, jika anak memiliki kemampuan di bawah rata-rata, sebaiknya mereka bersekolah di SLB.
Dari perbedaan-perbedaan di atas, jelaslah bahwa bagi para orang tua yang memiliki anak dengan disabilitas, memilih antara sekolah luar biasa atau sekolah inklusif harus dilakukan dengan hati-hati. Hal ini penting agar anak betul-betul merasa nyaman dan tujuan pendidikan pun tercapai. Di sinilah pentingnya Anda menggali informasi lebih jelas tentang sekolah inklusi sehingga tidak salah memilih sekolah untuk anak.