ANAK BERBAKAT

Cara Menangani Anak Umur 6 Tahun Belum Bisa Membaca

18 October 2020 00:00

Sebagian orang tua mungkin cukup khawatir jika anak umur 6 tahun belum bisa membaca, menulis, dan berhitung. Hal ini disebabkan secara umum, anak usia 6 tahun zaman sekarang sudah diajarkan untuk membaca sejak dini di sekolah TK. Perlu diketahui bahwa taman kanak-kanak memang dibentuk untuk bisa mempersiapkan anak masuk ke SD atau sekolah dasar.

Namun, menyekolahkan anak di TK bukanlah suatu kewajiban dan orang tua juga bisa memberikan pembelajaran secara mandiri di rumah. Selain itu, umur 6 tahun bukanlah standar bagi anak untuk bisa membaca, menulis, dan beritung. Beberapa pakar justru mengatakan bahwa usia 6 tahun baru merupakan langkah awal bagi orang tua untuk mengenalkan anak belajar membaca agar kelak tidak bosan belajar.

Tips Menangani Anak Terlambat Membaca

Bila Anda memilki anak umur 6 tahun belum bisa membaca dan menulis, tidak perlu khawatir berlebihan. Jangan membuat masalah ini semakin rumit sehingga anak bisa tertekan secara fisik dan psikologis. Anak yang terlambat baca tulis bukan berarti dia bodoh atau tidak bisa. Namun, bisa jadi ada kondisi genetik yang bisa menyebabkan hal tersebut, seperti disleksia.

Anak dengan gangguan disleksia akan mengalami kesulitan untuk belajar membaca, menulis dan berhitung sehingga terlambat dari teman-temannya. Namun, kemampuan standar seperti menganalisis data dan sensoris pada anak tetap berkembang dengan baik. Disleksia biasanya terlihat pada anak usia 6-7 tahun yang sulit baca tulis, terlambat berbicara, sulit berkonsentrasi, dan daya ingatnya rendah.

Namun, tidak semua anak yang terlambat baca tulis bisa dikatakan mengalami gangguan disleksia. Anak-anak yang tidak bersekolah di TK juga sering mengalaminya karena baru belajar pada usia 6-7 tahun. Hal ini juga lumrah karena memang sebaiknya anak-anak diajari membaca ketika anak mereka sudah siap. Berikut ini beberapa tips untuk menangani anak umur 6 tahun belum bisa membaca.

1.     Mengenalkan Buku dan Huruf

Untuk membantu proses belajar anak, perkenalkan buku dan huruf pada anak. Jika anak belum menunjukkan minat pada buku dan media cetak, buatlah cerita. Dengan mendengarkan cerita, lama-lama anak akan tertarik dengan permainan kata dan penasaran dengan buku.

2.     Jangan Terlalu Dipaksakan

Setiap anak memiliki keunikan masing-masing dan start atau permulaan belajar mereka juga berbeda-beda. Sebagai orang tua, Anda harus memahaminya dan tidak boleh memaksakan anak untuk bisa memiliki kemampuan membaca yang sama seperti teman-temannya.

3.     Melakukan Permainan Kata

Ketika anak umur 6 tahun belum bisa membaca dengan lancar, orang tua bisa mengajak anak untuk melakukan permainan kata. Misalnya dengan bermain tebak gambar yang dilakukan dengan cara menunjuk gambar dan menyebutkan namanya. Selain anak lebih mudah belajar membaca, metode ini juga dapat membantu anak untuk mengingat.


4.     Konsisten dan Apresiatif

Daripada memaksakan anak untuk bisa membaca sebelum usia 6 tahun, lebih baik bimbing anak secara konsisten dan apresiatif. Temani anak belajar secara konsisten dan berulang, juga beri apresiasi agar anak lebih bersemangat dan percaya diri.

Proses belajar untuk setiap anak memang berbeda-beda karena masing-masing anak memilki keunikan tersendiri. Orang tua seharusnya mengajarkan anak untuk mengenali bakatnya sejak dini. Oleh sebab itu, Anda juga harus bisa memilih instansi pendidikan yang berkualitas dan mampu menunjang pengembangan diri sang anak, misalnya sekolah inklusi.

Anak umur 6 tahun belum bisa membaca bukan berarti lebih bodoh dari teman-temannya, bisa jadi anak menonjol di bidang lainnya. Untuk membantu anak mengembangkan potensi diri dan bakatnya, Anda bisa memilih sekolah inklusi. Anda bisa mencari tahu apa itu sekolah inklusi agar lebih memahami manfaatnya untuk dalam membantu anak mengenal dan mengembangkan bakat mereka.