Cara Mendidik Anak usia 6 Tahun dan Penerapannya dalam Kehidupan Sehari-hari
02 July 2020 20:27
Pada usia 6 tahun, seorang anak akan memiliki daya serap yang tinggi sehingga mereka akan mulai mempelajari dan mempertanyakan banyak hal. Mereka akan mulai menerima informasi dari apa yang mereka lihat dan dengar tanpa menghiraukan baik atau buruknya informasi tersebut. Selain itu, anak umur 6 tahun juga akan mengalami berbagai perkembangan baik secara kognitif, afektif, maupun psikomotorik.
Perkembangan-perkembangan yang terjadi pada anak perlu disikapi dengan baik oleh orang tua dan guru. Oleh karena itu, sangat penting bagi orang tua dan guru untuk mengetahui cara mendidik anak umur 6 tahun yang tepat terutama penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
Di usia 6 tahun, anak akan menjadi lebih aktif dan banyak melakukan aktivitas yang melibatkan fisik. Mereka akan mulai mengeksplor banyak hal sampai mereka menemukan hal-hal yang disukai dan tidak disukai. Mereka akan mulai menentukan pilihan mengenai mainan kesukaannya, aktivitas yang digemari, dan hobi mereka. Dari sini, orang tua dan guru bisa melihat potensi yang dimiliki sang anak dan sebaiknya potensi tersebut terus digali.
Baik orang tua maupun guru harus mendukung potensi yang dimiliki anak dengan berbagai cara. Salah satunya adalah menemani mereka melakukan aktivitas yang mereka sukai sambil memberitahukan informasi-informasi yang berkaitan dengan aktivitas tersebut. Misalnya, jika anak suka menggambar, maka orang tua dan guru bisa menjelaskan kepada mereka mengenai jenis-jenis warna dan objek yang dapat digambar. Dengan demikian, anak akan menyerap lebih banyak lagi pengetahuan tentang apa yang mereka sukai.
Cara mendidik anak umur 6 tahun dengan berfokus pada potensi yang dimiliki sangatlah penting untuk membangkitkan semangat belajar anak dan agar mereka bertumbuh sesuai dengan potensi yang mereka miliki secara maksimal.
Cara mendidik anak umur 6 tahun lainnya adalah dengan mengenali karakter anak. Anak pada umur 6 tahun akan mengalami pertumbuhan emosional yang akan memperkuat karakter dasar mereka. Dalam proses penentuan karakter ini, orang tua dan guru memiliki peranan penting terutama dalam hal pengenalan dan evaluasi karakter anak.
Karakter anak dapat dilihat dari tindakan yang mereka lakukan sehari-hari serta sikap mereka ketika bersosialisasi dengan orang lain, ada anak yang mudah akrab dengan orang lain ada pula yang membutuhkan waktu untuk beradaptasi. Pada dasarnya, setiap anak itu unik sehingga mereka memiliki karakter yang berbeda-beda. Perbedaan karakter ini tentunya membutuhkan pola asuh dan cara didik yang berbeda pula. Misalnya, anak yang aktif, anak tidak bisa dipaksa berdiam diri melainkan harus diberi ruang untuk menyalurkan keaktifan mereka ke arah yang positif.
Di sisi lain, karakter anak tidak bisa dibiarkan bertumbuh dengan sendirinya melainkan harus ada campur tangan orang tua dan guru di dalamnya. Tugas orang tua dan guru di sini adalah mengevaluasi dan memperbaiki karakter anak yang kurang baik seperti pemarah, sensitif, keras kepala dan lain-lain. Perbaikan karakter anak ini bisa dilakukan dengan cara menjelaskan kepada anak bagaimana seharusnya mereka bersikap atau memberi contoh mengingat anak pada umur 6 tahun adalah peniru yang baik.
Tujuan mendidik anak berdasarkan karakter adalah agar anak bertumbuh menjadi pribadi yang memiliki karakter yang baik dan kuat, karena cara mendidik anak umur 6 tahun yang salah secara tidak langsung bisa membunuh karakter mereka.
Seiring dengan kegiatan yang dilakukan sehari-hari, anak akan menemukan berbagai macam kesulitan atau masalah, baik masalah yang muncul karena mereka sendiri maupun orang di sekitarnya. Orang tua dan guru harus memberi peluang bagi anak untuk menyelesaikan masalah tersebut sejauh dirasa anak mampu melakukannya. Misalnya, ketika mainan copot, sebaiknya anak dibiarkan memperbaiki terlebih dahulu sebelum Anda menjelaskan bagaimana cara melakukannya. Hal ini berguna untuk mendidik anak memecahkan masalah. Di samping itu, cara mendidik anak umur 6 tahun memecahkan masalah juga bisa melibatkan berbagai permainan seperti menyusun puzzle, tebak gambar, dan membuat clay.
Pada usia 6 tahun, anak juga akan mulai mengajukan pertanyaan-pertanyaan terbuka karena rasa keingintahuan mereka yang tinggi. Di sini tugas orang tua dan guru tidak hanya menjawab pertanyaan tersebut, tetapi turut menanyakan pendapat anak mengapa sesuatu hal bisa terjadi. Dengan begitu, secara tidak langsung melatih anak berpikir kritis.
Cara mendidik anak umur 6 tahun yang demikian, telah diterapkan di sekolah inklusi. Karena sejatinya sekolah inklusi lebih berfokus pada pengembangan karakter dan bakat anak. Dengan menyekolahkan anak Anda di sekolah inklusi, mereka aka dididik sesuai dengan karakter dan bakat yang dimiliki. Penting pula bagi orang tua untuk mengetahui karakter dan potensi anak sedini mungkin agar dapat dikembangkan sejak masa pertumbuhannya.