ANAK BERBAKAT

Kenali Lebih Jauh Contoh Pendidikan di Indonesia

02 October 2020 00:00

Sekolah merupakan salah satu fase kehidupan yang akan dilalui oleh setiap anak di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Hak mendapatkan pendidikan dan pengetahuan dasar ini harus diberikan kepada mereka. Tujuannya adalah agar mereka mampu bertahan hidup di dunia dan menjalani kehidupan masa depan secara mandiri. Oleh karena itu, setiap orang tua sudah seharusnya memilihkan pendidikan terbaik.

Di Indonesia sendiri telah banyak lembaga pendidikan yang dibangun untuk memenuhi hak dasar tersebut, bahkan telah tersebar ke seluruh pelosok negeri. Tujuannya agar anak-anak dapat belajar di mana saja, baik di lembaga pendidikan formal maupun formal saja. Apa saja contoh pendidikan di Indonesia? Berikut beberapa contoh yang dapat Anda simak.


Contoh Pendidikan di Indonesia

1.        Pendidikan Formal

Pendidik formal di Indonesia disediakan untuk anak sejak usia dini hingga dewasa. Untuk anak-anak yang masih berusia dini, mereka belajar di lembaga yang dikenal dengan nama pendidikan usia dini (PAUD). Pada contoh pendidikan ini, anak-anak mulai dikenalkan sistem pendidikan dan pembelajarannya pun dengan cara bermain yang menyenangkan.

Mereka dikenalkan pada pendidikan formal dengan cara yang menyenangkan agar memiliki ketertarikan di dunia pendidikan sejak dini sehingga mereka memiliki kecintaan untuk bersekolah. Setelah mendapatkan pendidikan pada jenjang PAUD, anak-anak ini kemudian masuk ke taman kanak-kanak (TK). Di tempat inilah, sistem pembelajaran mulai ditingkatkan level keilmuannya.

Namun begitu, pada jenjang TK ini, anak-anak juga masih diberikan porsi lebih besar untuk bermain sambil belajar. Ketika mereka telah menyelesaikan jenjang ini, maka mereka dapat masuk ke sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), kemudian sekolah menengah atas (SMA). Mulai jenjang SD hingga SMA inilah yang merupakan pendidikan wajib dasar yang harus dijalani oleh anak Indonesia.

Remaja yang telah lulus dari jenjang SMA mulai diberikan kebebasan untuk dapat memilih melanjutkan ke perguruan tinggi ataupun bekerja, tergantung keinginan dan cita-cita mereka. Untuk masuk perguruan tinggi, pemerintah maupun swasta memberikan kemudahan dengan memberikan beasiswa sehingga anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan.


2.        Pendidikan Non-Formal

Tidak hanya formal saja, kita juga mengenal pendidikan non-formal yang disediakan untuk memperkaya pengetahuan anak-anak. Contoh pendidikan non-formal ini misalnya adalah taman pendidikan Al-Qur’an atau TPQ. Di tempat ini, anak-anak dapat mempelajari ilmu agama dari dasar hingga mereka memahami isi dari Al-Qur’an serta pengetahuan tentang Islam lainnya.

Contoh pendidikan non-formal lainnya adalah lembaga kursus. Saat ini, lembaga kursus di Indonesia amat banyak jumlahnya., mulai dari bimbingan belajar yang menunjang kemampuan akademik siswa di sekolah hingga lembaga kursus yang mengajarkan berbagai macam keterampilan, misalnya memasak, memotong rambut, menjahit, membongkar pasang mesin, dan lain sebagainya.

Perlu dicatat bahwa pendidikan tidak hanya diperuntukkan bagi anak-anak pada umumnya, tetapi juga bagi mereka yang berkebutuhan khusus serta memiliki kemampuan dan bakat istimewa. Pada dasarnya, kemampuan anak berbeda-beda. Oleh karena itu, orang tua harus dapat melihatnya secara saksama agar mereka dapat berkembang sesuai dengan kemampuan yang dimiliki anak.

Salah satu contoh pendidikan yang sangat memperhatikan kemampuan dan bakat anak-anak sehingga dapat berkembang dengan baik adalah sekolah inklusi. Di sekolah ini, setiap peserta didik akan diberikan kesempatan untuk mengembangkan hal yang mereka sukai hingga menjadi ahli pada bidangnya. Sehingga, pada saat ulus nanti, mereka memiliki keahlian khusus.

Untuk itu, orang tua perlu mempertimbangkan sekolah inklusi bagi perkembangan bakat istimewa anak-anak mereka. Sebagai langkah pertama, tentu saja orang tua perlu mencari informasi-informasi tentang sekolah ini lebih banyak lagi. Dengan begitu, orang tua sudah mendapatkan wawasan dan pemahaman yang tepat ketika mereka hendak memilihkan sekolah untuk sang buah hati.