UMUM

Komunikasi dan Interaksi

22 December 2020 10:51

Manusia berinteraksi satu dengan yang lain dengan cara berkomunikasi, yang di mana kita bisa saling menerima atau mengirim informasi. Terdapat empat tipe komunikasi : verbal, nonverbal, tertulis, dan visual. Komunikasi verbal adalah tipe komunikasi yang terjadi dengan adanya kata-kata yang diutarakan atau diisyaratkan dengan bahasa isyarat. Komunikasi verbal dan nonverbal terjadi secara bersamaan karena pada dasarnya, komunikasi nonverbal adalah ekspresi, intonasi, atau gerakan-gerakan yang kita lihat dari orang yang sedang berkomunikasi dengan kita. Hal tersebut membantu kita memahami maksud dan perasaan lawan bicara kita melalui bagaimana cara mereka berbicara kepada kita. Komunikasi tertulis adalah komunikasi menggunakan kata-kata yang diketik atau simbol seperti di chat (bacaan) dan komunikasi visual adalah komunikasi menggunakan media seperti gambaran fotografi, atau grafik.

Dikarenakan keadaan pandemi saat ini, banyak dari kita yang tidak dapat melakukan komunikasi secara langsung. Hal tersebut berarti kita lebih sering menggunakan komunikasi tertulis ketimbang komunikasi verbal dan nonverbal. Dalam era new normal ini, bagaimana cara kita bisa meningkatkan kemampuan komunikasi kita dengan orang-orang di sekitar kita baik secara langsung maupun tidak?

  1. Dengarkan dengan seksama

Penting bagi kita untuk secara aktif mendengar orang-orang yang sedang berkomunikasi dengan kita. Mendengarkan bukan berarti hanya mendengar kata-kata yang diutarakan lawan bicara kita, tapi kita juga memperhatikan dan mengevaluasi makna dan maksud dari kata-kata tersebut.

  1. Lakukan parafrase untuk berjaga-jaga

Jika kita tidak yakin akan apa yang sesungguhnya di maksud oleh lawan bicara kita, sebaiknya bertanya sebelum memberi balasan. Dengan kata-kata kita sendiri, bertanyalah apakah maksud yang kita dapat benar atau tidak. Dengan cara ini, kita bisa meminimalisir kemungkinan kesalahpahaman terutama dalam menggunakan hanya komunikasi verbal seperti di telepon atau komunikasi tertulis seperti text atau chat.

  1. Periksa ulang sebelum mengirim

Pada era majunya teknologi, kesalahan mudah dilakukan dengan kesalahan membaca atau kesalahan interpretasi wacana karena kita tidak bisa melihat komunikasi nonverbal seseorang secara langsung dan maka kita tidak bisa tahu secara pasti bagaimana sebenarnya orang tersebut ingin menyampaikan pesannya. Oleh karena itu, berjaga-jagalah dengan cara membaca ulang pesan yang diterima dan pesan yang akan dikirim. Pastikan pesan yang kita ketik tidak menyisihkan ruang bagi orang untuk berspekulasi atau menjadi salah paham. Menggunakan “saya merasa …” saat membalas seseorang terutama jika kita ingin mengutarakan perasaan kita.

  1. Berfikir sebelum berkata

Hal ini dapat berlaku dalam komunikasi secara langsung. Walaupun sesederhana itu, kebanyakan dari kita belum mengimplementasikan hal tersebut. Saat sedang berkomunikasi, ambillah beberapa saat untuk berpikir atau memproses apa yang lawan bicara kita katakan atau untuk merangkai kata-kata yang lebih tepat untuk menjawab.

  1. Berhati-hatilah dengan siapa kita berbicara.

 Cara kita berbicara dengan teman kita tentu berbeda dengan cara kita berbicara dengan atasan kita. Anak-anak tidak dapat dengan mudah menggunakan slang dengan orang dewasa dan orang dewasa juga tidak bisa dan tidak seharusnya menggunakan terminologi yang terlalu dewasa pada anak-anak karena ada beberapa kata yang dianggap tidak senonoh. Bahasa baku lebih baik untuk digunakan dan juga lebih aman. Gunakanlah kata-kata yang sopan, perhatikan intonasi dan volume suara saat sedang berkomunikasi langsung terutama pada orang yang lebih tua.

  1. Singkat saja

Komunikasi tertulis dan verbal sebaiknya sesederhana (singkat) mungkin. Demi efektifitas, sebaiknya sampaikanlah hal-hal yang penting saja ketimbang bertele-tele yang akhirnya memberi terlalu banyak informasi yang tidak relevan.


By: Natasha Celia for Cherish Academy