PERKEMBANGAN ANAK

Mengapa Anak Malas Sekolah? Berikut Cara Mengatasinya

03 July 2020 21:21

Kegiatan belajar di sekolah yang dilakukan secara rutin dapat menimbulkan kejenuhan bagi anak. Aktivitas yang tidak beragam dan cenderung repetitif membuat anak menjadi malas. Hal tersebut terjadi karena antusias anak terhadap suatu hal yang pernah dijalankan secara berulang menjadi menurun. Anak yang terus merasakan malas ketika bersekolah dapat berdampak pada perkembangan kognitif dan afektif. Rasa malas tersebut tentunya menghambat proses belajar mereka di sekolah. Mereka merasa tidak tertarik dengan pembahasan di sekolah dan cenderung mengabaikan pelajaran.

Apa yang menjadi penyebab anak malas sekolah?


Metode Belajar yang Kurang Tepat

Kegiatan di sekolah sering kali sudah diatur dengan metode-metode yang beragam. Akan tetapi, terkadang guru hanya menggunakan satu metode yang dianggap paling sederhana, tidak merepotkan, dan mudah dilakukan berulang kali. Hal tersebut menimbulkan kebosanan yang menjadi salah satu faktor penyebab anak malas sekolah.


Rasa Bosan dan Kurang Minat

Rasa bosan muncul akibat metode belajar yang kurang tepat diaplikasikan secara terus-menerus. Pada dasarnya, anak pada usia sekolah memiliki keinginan belajar yang tinggi. Hal tersebut dapat dilihat dari munculnya rasa ingin tahu anak terhadap sesuatu. Namun Ketika dia merasa kurang suka akan suatu metode, namun metode itu selalu dilakukan, ia tidak akan menjadi malas melakukannya. Anak yang malas sekolah mengalami hal serupa. Mereka menjumpai metode belajar yang sama sehingga muncul perasaan malas. Itulah mengapa dalam melakukan pengajaran harus selalu kreatif dan variatif.


Lingkungan yang Tidak Menyenangkan

Selain itu, lingkungan yang tidak menyenangkan juga dapat membuat anak malas. Lingkungan sekolah yang tidak mendukung belajar kreatif dapat membuat anak menjadi tidak antusias. Anak cenderung mudah bosan dengan lingkungan yang tidak ramah dan kurang atensi. Ketika anak merasa tidak diperhatikan, maka fokusnya pun akan berkurang dalam bersosialisasi maupun dalam belajar. Pikiran yang tidak fokus dapat membuat anak untuk berpikir hal di luar pelajaran yang dinilai lebih menarik.

 

Dampak yang muncul dari sifat malas

Menjadi Karakter

Sifat malas jika tidak diatasi dapat menjadi karakter karena pembiasaan. Ketika sifat malas pada anak dibiarkan, maka hal tersebut akan menjadi kebiasaan yang terus ada pada diri anak. Masa perkembangan anak usia dini dapat menentukan perkembangan karakter mereka di kemudiaan hari. Sifat malas sangat identik dengan kepribadian yang tidak sehat. Tentunya kita mengharapkan setiap anak dapat berkembang menjadi pribadi yang rajin.


Kesulitan Belajar

Sifat malas juga menghambat proses belajar anak di sekolah. Kurangnya atensi terhadap pelajaran dapat membuat anak menjadi kesulitan menerima secara optimal. Prestasi anak pun menjadi menurun karena sifat malas. Motivasi anak untuk belajar juga menjadi berkurang. Hal tersebut dapat berkembang menjadi konsep diri anak yang negatif sehingga muncul rasa tidak mampu. Perasaan malas untuk kesekolah perlu diatasi agar anak dapat memiliki motivasi untuk belajar dan berprestasi.

Cara mengatasi anak malas sekolah

Mengenal Kepribadian Anak

Meskipun sering kali tercipta secara alami, rasa malas pada diri anak harus dihindari sejak dini. Mengenal pribadi anak menjadi salah satu kunci untuk menghindari rasa malas muncul pada anak. Guru sebagai pengajar di sekolah dalam hal ini perlu mengenal baik murid yang diajarnya. Bukan terbatas pada kemampuan kognitif saja, tetapi guru juga perlu mengenal kepribadian muridnya. Ketika guru mampu mengenali muridnya dengan baik secara menyeluruh, maka guru dapat menentukan metode yang tepat untuk pembelajaran di kelas. Dengan metode yang tepat tentunya dapat meningkatkan minat dan antusiasme dalam belajar. Daya tangkap bagi mereka yang antusias tentunya lebih baik dibandingkan mereka yang sudah kehilangan minat belajar.


Metode Belajar Kreatif-Kolaboratif

Pembelajaran yang kolaboratif dapat menjadi pilihan bagi guru untuk menentukan metode dalam belajar. Pembelajaran yang kreatif melibatkan seni, motorik, kognitif sekaligus dapat meningkatkan minat dan daya tangkap mereka dibandingkan menggunakan satu metode belajar seperti baca tulis. Hal ini sering diaplikasikan pada pendidikan anak usia dini, di mana mereka lebih mudah mengingat sesuatu yang disertai gerakan, atau dengan ciri-ciri gambar dan bentuk. Dengan kolaborasi berbagai aspek tentunya menjadi lebih menantang bagi murid menerima pelajaran. Mereka tidak mudah menyepelekan dan tentunya mengasah kemampuan mereka untuk fokus. Dengan metode ini tentunya anak akan terhindar dari perasaan malas.

Pendekatan dengan murid dan metode belajar yang kreatif-kolaboratif telah diaplikasikan pada kegiatan belajar di sekolah inklusi. Anda dapat melihat web resmi sekolah inklusi untuk mengetahui proses pendidikan yang diterapkan di sekolah inklusi. Tentunya, proses belajar tersebut akan menyenangkan dan tidak membuat anak bosan atau masalah sekolah.