Mengapa Sekolah Internasional Jakarta Mahal? Ini Alasannya
05 October 2020 00:00
Seiring perkembangan dunia yang semakin pesat, banyak
orang tua di Ibu Kota yang memilih menyekolahkan anak mereka di sekolah internasional Jakarta. Namun sayangnya,
tidak semua orang tua dapat menyekolahkan anak mereka di tempat ini. Hal ini
karena biaya pendidikannya yang amat mahal dibandingkan dengan sekolah nasional yang sangat
tergantung pada anggaran yang disediakan oleh pemerintah.
Meskipun mahal, nyatanya banyak orang tua yang tetap rela
memilih sekolah ini. Pada umumnya, sekolah internasional
dipilih sebagai bekal agar anak-anak mereka nantinya lebih mudah untuk
melanjutkan pendidikan di luar negeri. Sebenarnya
apa yang membuat sekolah internasional Jakarta ini
lebih mahal
dibandingkan nasional? Ketahui alasannya berikut ini.
Alasan Sekolah Internasional
Jakarta Berbiaya Mahal
1. Tenaga Pengajar
Berlabel internasional membuat sistem pendidikan di
sekolah ini tentu berbeda
dengan sekolah nasional. Tenaga pengajar yang akan mendidik dipilih secara
ketat melalui tes kelayakan yang telah ditentukan oleh sekolah internasional
tersebut. Jalan panjang akan dilalui oleh setiap calon guru untuk mendapatkan
pekerjaan di sekolah internasional ini.
Selain itu, kemampuan bahasa asing dari tenaga pendidikan
juga amat penting mengingat bahasa pengantar sekolah umumnya adalah bahasa
Inggris. Jadi, tidak mengherankan bila sebagian
tenaga pendidiknya pun didatangkan dari luar negeri untuk dapat
memenuhi tujuan sekolah. Inilah faktor pertama yang biaya pendidikan di sekolah internasional Jakarta menjadi
mahal.
2. Fasilitas
Gedung-gedung sekolah yang berdiri kokoh dan megah hingga
fasilitas yang super lengkap untuk menunjang pendidikan anak-anak akan mereka dapatkan
saat memilih sekolah internasional Jakarta. Pihak
sekolah juga terus berupaya untuk meningkatkan
kelengkapan fasilitas mereka sesuai dengan tuntutan zaman. Berkat adanya fasilitas ini, anak-anak didik di sekolah ini
mampu berkembang secara optimal.
Selain itu, fasilitas-fasilitas yang disediakan di sekolah internasional juga berbeda dengan fasilitas di sekolah nasional karena adanya perbedaan kurikulum yang digunakan. Karena menggunakan kurikulum internasional, pihak sekolah internasional pun harus menyesuaikan fasilitas dengan metode pembelajarannya.
3. Kurikulum
Kurikulum yang digunakan di sekolah
internasional Jakarta berstandar internasional. Untuk
memenuhi standar kurikulum ini, tenaga pendidik
di sekolah ini harus
memiliki kompetensi khusus sehingga mampu menerapkan kurikulum ini. Pada
akhirnya, sekolah pun harus mampu memberikan penghargaan yang sepadan kepada
tenaga pendidik mereka.
Selain itu, pengajarnya pun harus memiliki wawasan yang
luas dan mampu mengikuti perkembangan pengetahuan dunia untuk membentuk
karakter peserta didik mereka. Untuk hal inilah akhirnya sekolah internasional
membutuhkan lebih banyak tenaga pendidik dengan keahlian khusus.
Hal ini turut memengaruhi besarnya biaya sekolah.
Pada dasarnya, sekolah internasional memiliki
tujuan yang secara umum sama dengan nasional,
yaitu sama-sama membentuk
karakter pembelajar sejati pada diri peserta didik dan memiliki pengetahuan
yang mumpuni agar dapat bertahan hidup. Oleh karena itu, hak pendidikan ini
tidak hanya didapatkan oleh anak-anak pada umumnya, tetapi
juga oleh mereka yang berkebutuhan khusus dan memiliki kemampuan
istimewa.
Untuk mendukung perkembangan anak-anak ini, kita
juga mengenal sekolah inklusi, di mana
anak-anak berkebutuhan khusus dan yang memiliki kemampuan serta bakat istimewa
dapat merasakan sekolah umum. Dengan cara ini, anak-anak tidak hanya dapat mempelajari
pelajaran umum saja,
tetapi juga dapat mengembangkan
kemampuan atau bakat lainnya yang mereka
sukai.
Bakat-bakat yang mendapat perhatian khusus seperti di sekolah inklusi ini akan membuat anak-anak dapat berkembang lebih kreatif. Selain itu, mereka juga akan memiliki keahlian khusus ketika telah lulus dari tempat ini. Oleh karena itu, orang tua perlu mencari informasi lebih jelas mengenai sekolah inklusi yang dapat menjadi pilihan pendidikan bagi anak-anak.