Mengenal Tahap Perkembangan Anak dan Potensinya
06 September 2020 00:01
Anak adalah
sumber kebahagiaan dan kebanggaan orang tua. Anda sebagai orang tua tentu ingin
agar kelak anak bisa meraih impian dan cita-citanya. Keberhasilan anak di masa
depan sangat dipengaruhi proses tumbuh kembangnya di waktu kecil. Oleh karena
itu, Anda perlu mengenal tahap perkembangan anak dan menggali potensi yang
dimilikinya agar bisa memberikan dukungan yang dibutuhkan anak.
Tahap Perkembangan Anak Usia Dini
Anak usia dini
adalah usia sejak anak dilahirkan hingga 8 tahun. Usia dini terbagi dalam 4
fase, yaitu fase bayi (0–1 tahun), batita (2–3 tahun), kelompok bermain (3–6
tahun), dan usia sekolah awal (6–8 tahun). Dalam periode ini, ada tiga pola
pendidikan yang menjadi tanggung jawab orang tua yaitu:
- Pola asah: memunculkan dan mengasah
bakat anak.
- Pola asih: memperkuat hubungan
antara orang tua dengan anak.
- Pola asuh: memenuhi kebutuhan
pangan, sandang, papan, dan kesehatan anak.
Agar orang tua
dapat menjalankan ketiga pola pendidikan tersebut, langkah pertama yang harus
dilakukan adalah mengenal dan memahami tahap perkembangan anak sebagai berikut.
1.
Tahap Perkembangan Fisik
Perkembangan fisik
anak usia dini meliputi pertambahan berat dan tinggi badan, perkembangan otak, serta
keterampilan motorik kasar dan halus. Motorik kasar adalah kemampuan untuk
bergerak, melompat, dan berlari. Motorik halus melibatkan otot kecil serta
koordinasi mata dan tangan, seperti melipat dan merobek kertas.
2.
Tahap Perkembangan Sosial-Emosi
Perkembangan emosional anak sudah dimulai sejak
lahir. Pada dasarnya, emosi adalah cara anak untuk mengungkapkan perasaan dan
menarik perhatian orang di sekitarnya, khususnya orang tua.
3.
Tahap Belajar
Pada usia 0–1
tahun, anak belajar merangkak, berjalan, berlari, dan berbicara. Pada usia 2–6
tahun, anak mulai belajar menggambar, menulis, dan membaca. Perlu diketahui
bahwa setiap anak akan menunjukkan cara belajar yang berbeda.
4.
Tahap Bersosialisasi
Pada tahap ini, anak
mulai bersosialisasi dan peka terhadap lingkungannya. Anak akan meniru perilaku
dan perkataan orang-orang di sekitarnya dan mulai suka bermain bersama
teman-temannya.
5.
Tahap Kognitif
Tahap kognitif
sangat penting karena saat inilah, anak mulai menunjukkan kemampuan untuk
memecahkan masalah, memahami keinginan dan kebutuhannya, mampu berpikir logis,
dan akhirnya siap menghadapi masa dewasanya.
Mengenali Potensi Anak
Selain mengenal
dan memahami tahap perkembangan anak, tugas orang tua yang tak kalah penting
adalah mengenali potensi anak sehingga bisa mengarahkan dan mengembangkan
bakatnya dengan optimal. Untuk mengenali potensi anak, Anda bisa melakukan
beberapa hal berikut ini.
1. Memberikan stimulasi agar anak
tertarik untuk mengeksplorasi berbagai hal baru. Ketika anak menunjukkan
antusiasme yang berbeda pada suatu aktivitas, bisa jadi, anak Anda berbakat
dalam bidang tersebut.
2. Memberikan kesempatan kepada anak
untuk melakukan aktivitas sendiri sehingga ia merasa mandiri. Anda juga akan
tahu bahwa anak melakukan sebuah aktivitas karena ia menyukainya, bukan untuk
mengikuti perintah orang tua.
3. Mengamati perilaku dan ekspresi anak
sebelum, ketika, dan setelah melakukan sebuah aktivitas. Ketika melakukan
kegiatan yang sesuai dengan minat dan bakatnya, anak akan cepat belajar, terlihat
asyik dan fokus, merasa puas, dan ingin mengulanginya.
Mengenal tahap perkembangan
anak dan menggali potensinya harus dipahami dengan baik oleh orang tua
karena berkaitan dengan proses pendidikan yang akan dijalani anak. Ketika Anda
hendak menyekolahkan anak, pertimbangkan sekolah yang memperhatikan tahap
perkembangan dan potensi anak dalam proses belajar mengajarnya, seperti sekolah
inklusi.
Sekolah inklusi bukan
hanya memberi kesempatan agar anak berkebutuhan khusus dan siswa biasa saling
berinteraksi dengan wajar, tetapi juga memenuhi kebutuhan setiap anak sesuai
potensinya. Anda bisa menggali lebih jauh dari berbagai sumber tentang
bagaimana sekolah inklusi bisa memberikan pendidikan terbaik sesuai
dengan tahap perkembangan dan potensi yang dimiliki sang buah hati.