ANAK BERBAKAT

Orang Tua Wajib Tahu! Cara Menghadapi Anak Nakal yang Efektif

02 September 2020 00:00

Pernahkan Anda menghadapi anak-anak yang sulit diberi nasihat? Bahkan, bukan hanya tidak menurut, mereka justru bersikap melawan. Saat menghadapi situasi ini, sering kali orang tua akan menganggap mereka sebagai anak nakal. Hal ini akan membuat orang tua mencari banyak cara untuk membuat anak-anak menjadi kembali menurut.

Untuk menghadapi anak-anak seperti ini, sebaiknya Anda tidak menggunakan kekerasan ataupun kata-kata kasar yang dapat menyakiti hati mereka. Perlu disadari bahwa tidak ada anak yang terlahir nakal. Untuk itu, sebaiknya Anda mengetahui beberapa cara mengadapi anak yang ‘nakal’ secara efektif.

Cara Menghadapi ‘Anak Nakal’

1.     Tidak Memberi Label Buruk

Meskipun anak sedang sulit diatur dan banyak tingkah, sebaiknya Anda tidak mengucapkan kata-kata kasar dan melabelinya dengan sebutan anak nakal. Kata-kata kasar yang keluar dari mulut orang tua dapat menyakiti hati anak dan akan diingat dalam waktu yang lama. Hal ini akan membuat mereka merasa bahwa melakukan hal-hal baik dan berusaha menuruti orang tua adalah perbuatan yang sia-sia.

Karena itu, daripada menghabiskan tenaga untuk marah dan berkata kasar, lebih baik Anda dekati anak dan dengarkan penjelasannya. Saat mengajaknya mengobrol, tataplah matanya dan beri perhatian penuh agar anak merasa diberikan ruang untuk berpendapat serta mendapatkan solusi.

2.     Memberikan Contoh yang Baik


Kebiasan buruk yang dilakukan anak nakal umumnya didapatkan dari meniru orang dewasa. Jika anak Anda memiliki kebiasaan buruk yang membuat gemas dan emosi, jangan langsung marah-marah. Cari tahu terlebih dahulu dari mana anak mendapatkan kebiasaan itu.

Selanjutnya, Anda dapat memberikan contoh yang baik dan mengajak anak melakukan hal yang sama. Cara ini jauh lebih efektif daripada hanya memerintah anak melakukan sesuatu tanpa ada contoh nyata.

3.     Tegas dalam Menjalankan Aturan

Aturan-aturan dan sanksi yang dibuat bersama di rumah sebaiknya dijalankan oleh semua anggota keluarga. Jika ada yang melanggarnya, sanksi harus diberikan. Sebaiknya, Anda tidak terlalu sering memberikan toleransi terhadap kesalahan yang dilakukan anak. Sikap seperti ini akan membuat anak meremehkan aturan rumah dan malah membentuknya menjadi anak nakal.

Sikap anak biasanya disebabkan oleh beberapa hal yang terjadi secara berulang. Begitu juga ketika anak-anak menjadi nakal. Sikap tersebut tidak serta-merta terbentuk pada diri anak. Untuk dapat menghadapi mereka dengan tepat, sebaiknya Anda mencari tahu terlebih dahulu mengapa anak menunjukkan perubahan sikap. Bisa jadi karena keadaan di sekolah tidak sama seperti yang mereka banyangkan sebelumnya.

Teman-teman, pelajaran, dan guru yang menyulitkan akan membuat anak merasa bosan dan pada akhirnya mencari pelarian untuk membuatnya senang. Ketahuilah keadaan anak Anda sebenarnya di sekolah tanpa memojokkan. Bisa jadi mereka menjadi bahan perundungan karena tidak dapat melakukan berbagai hal dengan benar. Hal ini bisa terjadi karena mereka tidak menyukai hal tersebut.

Jika hal itu terjadi, mungkin Anda sekolah tersebut karena tidak sesuai dengan karakter anak. Karena itu, sebelum masuk masa sekolah, penting untuk memilih wadah pendidikan yang dapat mengembangkan bakat dan kesukaan anak sehingga karakternya terbentuk secara optimal. Anda dapat memilih sekolah inklusi di mana setiap anak dipandang memiliki kemampuan dan hak yang sama.

Sekolah inklusi memiliki metode pembelajaran yang berbeda dengan sekolah konvensional pada umumnya. Alangkah baiknya Anda mencari informasi lengkap tentang sekolah inklusi agar anak terhindar dari sikap nakal karena akan difokuskan pada bakat dan minatnya. Mereka dapat belajar sesuai dengan kemampuan masing-masing sehingga anak-anak mendapatkan tempat yang tepat untuk mengembangkan kemampuan akademik dengan cara yang menyenangkan.