UMUM

Pentingnya Mengatakan 'Maaf'

04 January 2021 18:00

Pernahkah anda melakukan kesalahan? Kesalahan pada teman, anggota keluarga, atau rekan kerja? Bila pernah, apakah anda mengucapkan kata ‘maaf’ atas kesalahan yang anda buat?

Anak memperoleh perilaku baru melalui pembelajaran dan/atau observasi orang lain di sekitarnya, hal tersebut adalah insting natural mereka. Mengetahui hal tersebut, orang tua yang ingin anaknya memiliki kualitas tertentu harus menunjukkan kualitas tersebut sejak dini. Salah satunya adalah meminta maaf yang dapat membantu mengajari anak mengenai mengambil pertanggungjawaban atas tindakan mereka.

Sebagai orang tua, tentu anda ingin anak anda untuk memiliki moral yang bagus, melakukan hal yang benar, dan memiliki kualitas baik. Hal tersebut adalah alasan mengapa orang-orang mengajar anak-anaknya bagaimana cara bertingkah laku sebagai bagian dari masyarakat atau di sekitar teman-temannya. Namun terkadang orang tua tidak melakukan apa yang mereka katakan. Ada orang tua yang menganggap bahwa meminta maaf adalah tanda kelemahan, terutama bila mereka meminta maaf pada anaknya. Hal ini adalah salah. Meminta maaf bisa menjadi sangat menguntungkan karena dengan meminta maaf, seseorang dapat terbebas dari beban kesalahannya dan hal ini harus diajarkan pada anak-anak dengan cara melakukan hal yang sama pada mereka. Melakukan kesalahan adalah hal yang sangat normal, sangat natural. Kesalahan tersebut dapat sesederhana kesalahan yang tidak disengaja, kebohongan kecil, atau melakukan hal yang impulsif. Yang terpenting adalah apa yang dilakukan setelah melakukan kesalahan tersebut.

Melakukan kesalahan dan meminta maaf dapat membuat seseorang merasa malu akan tindakannya. Namun dengan ketidakadaan permintaan maaf, anak dapat belajar bahwa mereka tidak boleh melakukan kesalahan, atau bahkan mereka belajar bahwa membuat kesalahan adalah suatu hal yang tidak natural. Apa yang orang tua tidak sadari adalah jika anak diajari untuk meminta maaf sedari kecil, mereka dapat memiliki perkembangan empati yang lebih baik dan para orang tua akan memiliki hubungan yang lebih baik dengan anak mereka. Karena saat orang tua melakukan suatu kesalahan dan tidak meminta maaf, hal tersebut memungkinkan anak mendapat luka batin untuk waktu yang lama. Apa yang anak dapat pelajari dari orang tua yang tidak mau mengucapkan maaf adalah bahwa orang-orang yang memiliki kedudukan lebih tinggi tidak harus meminta maaf saat melakukan kesalahan dan orang-orang yang menyayangi mereka dan yang mereka sayangi dapat menyakiti mereka. Pemikiran seperti inilah yang dapat membuat trauma atau masalah kepercayaan yang dapat mengikuti mereka hingga dewasa.

Cara orang tua mengutarakan rasa maafnya juga penting. Sejak dini, anak-anak seharusnya tidak dipermalukan karena memiliki perasaan apapun dan memiliki pemikiran mereka sendiri akan hal-hal tertentu dan juga karena mengekspresikan perasaan mereka. Terkadang orang tua mengabaikan perasaan anak-anak dengan mengatakan bahwa mereka ‘melebih-lebihkan perasaan mereka’, mereka berlaku seperti seakan-akan apa yang anak utarakan tidak sesuai dengan apa yang sebenarnya anak rasakan. Seharusnya, tidak peduli sebagaimana anak meremehkan atau membesar-besarkan perasaan mereka, orang tua tidak boleh merendahkan perasaan anak dan membercandakan hal tersebut. Pengutaraan rasa oleh anak seharusnya tidak mempengaruhi kecekatan orang tua dalam mengatasi perasaan anak. Hal tersebut menuju pada poin selanjutnya yang adalah meminta maaf secepat mungkin, jangan memakan waktu terlalu lama dalam mendekati anak dan mengutarakan seberapa orang tua merasa bersalah. Anak mungkin tidak mengerti mengapa orang tua meminta maaf, oleh karena itu penting adanya penjelasan agar anak tahu perilaku mana yang baik dan buruk sehingga anak tersebut tidak melakukannya lagi.