PERKEMBANGAN ANAK

Cara Mengajar Anak Membaca dengan Cepat

05 August 2020 14:00

Membaca kini telah menjadi salah satu kemampuan dasar yang wajib dikuasai oleh seseorang. Oleh karena itu, belajar membaca sebaiknya dilakukan sedini mungkin agar anak mempunyai kemampuan membaca yang baik. Usia efektif untuk mengajarkan anak membaca berkisar antara 4-7 tahun. Anak di usia ini memiliki kemampuan serap yang sangat baik, sehingga mengajarkan anak membaca sedini mungkin jauh lebih efektif daripada mengajarkannya membaca saat sudah usia remaja.

Cara mengajar anak membaca sejak dini dapat dilakukan melalui hal-hal yang sederhana, namun terstruktur oleh orang tua dan guru supaya mendapatkan hasil yang maksimal. Berikut adalah beberapa cara mengajar anak membaca yang dapat diterapkan sejak dini kepada anak Anda.


Mengenalkan huruf lebih dini pada anak

Cara mengajar anak membaca sejak dini dapat dilakukan dengan memperkenalkan huruf lebih dini pada anak. Huruf yang merupakan komponen dasar bahasa penting dikuasai secara mendalam oleh anak demi kelancaran membaca mereka. Anda dapat melakukan beberapa strategi sederhana untuk mengenalkan huruf pada anak. Di antaranya dengan memberikan video edukasi huruf, poster-poster belajar alfabet, permainan-permainan edukasi seperti puzzle dan kartu belajar huruf, serta mempraktikkan langsung kepada anak cara membunyikan huruf-huruf alfabet. Dengan penguasaan huruf di usia yang lebih dini, kemampuan dan kelancaran membaca dapat dikuasai lebih dini juga.


Belajar mengeja


Cara mengajar anak membaca sejak dini yang kedua adalah dengan belajar mengeja. Mengeja adalah salah satu syarat agar anak dapat membaca. Mengeja menurut KBBI merujuk pada pemahaman akan pelafalan huruf satu demi satu. Contohnya, kata “merpati” dieja per huruf menjadi ‘m-e-r-p-a-t-i”. Metode belajar ini dapat dilakukan setelah anak telah menguasai huruf alfabet.

Cara mengajar anak membaca dengan mengeja kemungkinan sulit dilakukan oleh anak di awal. Terlebih, apabila anak belum terbiasa dengan keseluruhan huruf alfabet. Untuk meningkatkan kemampuan mengeja anak, Anda dapat melibatkan aktivitas-aktivitas kegemaran anak. Contohnya, jika anak Anda suka menggambar, Anda bisa mengajarkan mereka mengeja warna-warna kesukaannya.


Belajar membaca suku kata

Cara mengajar anak membaca sejak dini dapat dilakukan dengan mengajari anak untuk membaca persuku kata. Tentunya metode belajar ini diberikan setelah anak menguasai ke 26 huruf alfabet dan mampu mengeja masing-masing huruf. Belajar membaca persuku kata akan meningkatkan kemampuan membaca anak, dari yang tadinya hanya mengetahui huruf-perhuruf jadi bisa membaca dan membunyikan sambungan dari 2-3 huruf.

Mengajarkan anak membaca dengan metode membaca suku kata ini dapat dilakukan dengan menyusun suku kata secara terstruktur, di mulai dari satu huruf konsonan dengan kelima huruf vokal berurutan. Contohnya “ba”, kemudian “bi”, “bu”, “be”, “bo”. Pengajaran membaca suku kata seperti ini akan membuat anak lebih cepat memahami bagaimana bunyi dari masing-masing huruf vokal jika disambungkan dengan huruf konsonan yang tertera. Selain mengajarkan jenis suku kata yang terdiri atas 2 huruf, ajarkan pula suku kata yang terdiri dari 3 huruf sebagai akhiran, seperti “kan” dan “ter”. Perbedaan cara membaca ini harus diajarkan kepada anak sejak dini supaya anak memiliki kemampuan membaca saat mulai menginjak pendidikan formal.


Belajar membaca kata sederhana

Cara mengajar anak membaca sejak dini yang berikutnya adalah dengan mulai mengajarkan anak cara membaca kata-kata sederhana. Kata sebagai salah satu komponen kalimat perlu dikuasai cara membacanya oleh anak. Membaca kata sederhana dapat dilakukan setelah anak mampu mengeja huruf dan membaca suku kata. Supaya koleksi perbendaharaan kata anak kaya, Anda perlu menyediakan kata-kata dengan huruf yang lebih bervariasi. Padukan keseluruhan huruf konsonan dan huruf vokal supaya anak semakin menguasai cara membaca. Lebih dari itu, berikan pula anak Anda kata-kata yang mengandung makna, supaya kemampuan kognitif juga lebih berkembang.


Belajar membaca kalimat

Setelah anak mampu membaca kata-kata sederhana, anak sudah siap untuk membaca kalimat seutuhnya. Ajarilah anak membaca kalimat-kalimat yang umum dan mengandung banyak variasi huruf. Saat anak mampu membaca satu kalimat secara utuh, mereka akan merasa lebih tertantang untuk dapat membaca lebih banyak kata. Oleh karenanya, Anda perlu menyediakan kalimat-kalimat yang cukup banyak untuk diberikan pada anak Anda. Pastikan dalam menerapkan cara belajar anak membaca ini, Anda menyediakan jenis dan ukuran tulisan yang dapat mudah terbaca oleh anak supaya anak dapat mencerna seperti rangkaian huruf tersebut.

Cara mengajar anak membaca sejak dini sesungguhnya berkaitan satu sama lain. Untuk dapat sampai pada level membaca dengan sempurna anak perlu belajar membaca huruf, rangkaian huruf, dan kata terlebih hulu. Selain mengajarkan anak membaca secara nyata, Anda juga perlu memberi dukungan psikologis supaya anak tidak patah semangat dalam belajar membaca.

Metode mengajar anak tentu harus diimbangi sesuai dengan karakter anak. Bagaimana karakter anak Anda? Hiperaktif? Kritis? Keras kepala? Mengajari anak tentu harus sabar dan menyesuaikan cara mengajar kita pada karakteristik Anak. Sekolah inklusi memfokuskan pembelajaran pada karakteristik anak.  Anda dapat Hal ini dilakukan agar kemampuan anak tidak hanya berkembang dari sisi kognitif, afektif, dan psikomotorik secara lebih sempurna. Anak akan belajar lebih senang dan mudah mengkap pembelajaran tanpa merasa tertekan. Anda dapat mendaftar anak Anda menjadi salah satu bagian dari sekolah inklusi dengan mengunjungi situs berikut ini.