ANAK BERBAKAT

Cara Mengatasi Anak Hiperaktif agar Lebih Terarah

05 November 2020 18:00

Menghadapi anak hiperaktif yang tidak mau diam bukanlah perkara mudah. Ada orang tua yang berusaha menyuruhnya tenang, tetapi tak jarang yang membiarkannya saja. Mungkin banyak orang tua bingung bagaimana cara mengatasi anak yang hiperaktif agar mereka lebih fokus pada satu hal.

Kondisi hiperaktif sendiri disebabkan karena berbagai hal. Biasanya, hiperaktif tersebut disebabkan oleh ADHD. Namun, terdapat kondisi lain yang mungkin membuat anak terus berlari ke sana kemari tanpa henti. Berkut ini tips efektif mengatasi hiperaktif pada anak yang lebih baik daripada sekedar melarang dan memarahinya.

1.    Tidak Membatasi Waktu Bermain Anak

Cara mengatasi anak hiperaktif yang pertama adalah dengan tidak membatasi waktu bermain mereka. Anda mungkin merasa lelah karena harus mengawasi anak ke sana kemari sehingga tak jarang menyuruh mereka diam. Namun, hal ini tidak sepenuhnya efektif.

Anak mempunyai banyak energi yang jika tidak dikeluarkan, tingkat hiperaktif mereka justru semakin tinggi. Namun, bukan berarti Anda tidak mendisiplinkan mereka, hanya saja ada cara lainnya yang sebaiknya diikuti, seperti pada poin selanjutnya berikut ini.

2.    Buat Aturan yang Jelas Di Rumah

Mengatasi hiperaktif pada anak dibutuhkan trik khusus, yakni tegas dan terstruktur. Anak hiperaktif biasanya mengalami masalah kesulitan memahami lingkungan. Jadi, jika Anda bersikap tegas, berikan alasan dan penjelasannya juga agar anak dapat memahami kenapa tidak boleh begini, kenapa harus begitu, dan lainnya.

3.    Jangan Beri Tugas yang Terlalu Rumit

Anak hiperaktif juga sulit mengikuti perintah yang terlalu rumit. Karena itu, berikan tugas kepada anak berupa kewajiban-kewajiban sederhana. Misalnya, saat akan tidur, mereka harus mencuci muka, menggosok gigi, dan berdoa terlebih dahulu. Perintah yang diberikan jangan menyuruhnya tidur, tetapi diawali dengan “pergi ke kamar mandi untuk mencuci muka dan sikat gigi”.

4.    Membuat To Do List untuk Anak

Cara mengatasi anak hiperaktif selanjutnya adalah dengan membuat dafar tugas yang harus dikerjakan. Daftar tersebut nantinya berfungsi sebagai pengingat saat anak teralihkan ketika sedang mengerjakan tugas tertentu. Arahkan anak ke jadwal yang sudah dibuat saat mulai menunjukkan gelagat hiperaktif.

Namun, jangan jadikan jadwal tersebut sebagai satu-satunya patokan aktivitas harian anak. Anda juga jangan sampai menghukum anak jika tugas tersebut belum terselesaikan dengan baik.


5.    Ajak Anak untuk Berolahraga

Tips lainnya adalah dengan mengalihkan energi anak hiperaktif ke hal positif seperti olahraga. Ajak anak untuk bergabung dengan klub sepakbola, badminton, atau yang lainnya sesuai dengan keinginan mereka. Anda juga bisa mengajaknya rutin jogging setiap pagi atau sore.

6.    Kurangi Hal yang Bisa Mendistraksi Anak

Mengerjakan sesuatu yang membutuhkan konsentrasi tinggi merupakan tantangan yang sangat berat bagi anak hiperaktif. Contohnya adalah mengerjakan PR atau belajar, misalnya. Anak bisa dengan mudah teralihkan fokusnya oleh hal-hal yang terjadi di sekitarnya.

Untuk membuat anak berkonsentrasi, orang tua dapat menyediakan ruang yang jauh dari kebisingan sehingga anak bisa lebih fokus. Akan tetapi, Anda juga perlu memastikan ruang tersebut nyaman digunakan dan tidak kaku sehingga anak tidak merasa tertekan.

Di sekolah umum, konsentrasi anak dengan ADHD sering kali terpecah sehingga banyak materi penting yang ia lewatkan. Anak juga sangat susah duduk tenang selama jam pelajaran.

Oleh karena itu, dibutuhkan sekolah dengan metode pengajaran khusus dan memberi ruang bagi mereka lebih bebas lagi, yakni sekolah inklusi. Sekolah inklusi dengan pembelajaran inidvidu akan membantu anak berkembang sesuai kemampuan belajar masing-masing.

Tugas pendidik di sekolah inklusi adalah adalah membuat mereka tertarik dan bisa belajar secara mandiri. Sebagai orang tua, Anda pun perlu mencari tahu lebih banyak tentang alternatif sekolah ini. Siapa tahu, sekolah inilah yang sesungguhnya dibutuhkan oleh anak Anda.