Hal yang Perlu Diperhatikan saat Pendaftaran SMA
10 November 2020 18:00
Pendidikan terakhir yang diwajibkan pemerintah
untuk anak-anak Indonesia adalah pada jenjang SMA. Sama seperti pada
jenjang yang sebelumnya, untuk masuk ke tingkat ini juga ada aturan khusus tentang pendaftaran SMA yang ditetapkan oleh negara dan setiap siswa
yang akan mendaftar harus mengikuti aturannya. Aturan ini bisa berubah sesuai dengan kebutuhan dan kondisi yang ada.
Agar Anda tidak kebingungan ketika nanti
saatnya mendaftarkan anak-anak masuk ke jenjang SMA, maka penting bagi Anda untuk mengetahui apa saja yang perlu diperhatikan. Berikut ini beberapa hal yang perlu diperhatikan saat berkaitan
dengan aturan pendaftaran
SMA.
Beberapa Hal Penting saat Pendaftaran
SMA
1.
Tahapan atau Gelombang Penerimaan Siswa
Setiap SMA memiliki sistem sendiri dalam membuka pendaftaran
siswa baru. Oleh karena
itu, jika Anda menginginkan anak-anak bersekolah
di sekolah tertentu, sebaiknya
sering-seringlah untuk mecari informasi tentang sekolah tersebut. Apalagi jika sekolah memiliki sistem penerimaan berdasarkan
tahapan atau gelombang. Pendaftaran
secara bertahap ini biasanya diberlakukan oleh sekolah-sekolah swasta.
Jika anak Anda tidak diterima pada gelombang
pertama, dapat mengikuti gelombang berikutnya. Biasanya, untuk
gelombang berikutnya, berkas dan
persyaratannya akan lebih banyak. Untuk itu, tetap memantau informasi adalah cara terbaik agar anak-anak
dapat melakukan pendaftaran SMA di sekolah yang diinginkan.
2.
Zonasi
Sistem zonasi diterapkan agar pendidikan dapat merata hingga ke pelosok negeri. Meskipun banyak
masyarakat yang memprotes kebijakan tersebut, hingga kini kebijakan ini masih berlaku. Adanya sistem zonasi maka diharapkan kualitas sekolah juga meningkat. Namun,
sistem zonasi ini hanya berlaku untuk SMA negeri.
Untuk sistem zonasi ini, pada umumnya kuota dibagi menjadi beberapa bagian: 50% untuk sistem zonasi, jalur afirmasi sebanyak 15%, kemudian jalur perpindahan orang tua sebesar 5%. Sedangkan jalur yang terakhir adalah jalur prestasi dengan kuota sebanyak 30%. Persyaratan masing-masing dari setiap zonasi ini berbeda-beda.
3.
Kelengkapan Syarat Dasar
Saat akan mendaftarkan anak, Anda juga perlu memperhatikan persyaratan yang bisa berbeda di setiap provinsi.
Meskipun begitu, pada dasarnya, kelengkapan
syarat dasar untuk pendaftaran
SMA adalah sama.
Syarat dasar tersebut antara lain calon siswa harus maksimal berumur 21 tahun
saat mendaftar serta telah memiliki surat tanda tamat belajar dan
daftar nilai dari jenjang SMP atau sederajat.
Pada beberapa sekolah kejuruan setingkat SMA, diberlakukan sistem seleksi terlebih dahulu sebagai landasan untuk mengetahui kemampuan dasar yang dimiliki calon siswanya. Apabila calon peserta didik tidak mampu melewati tes seleksi ini, maka pihak sekolah tidak dapat menerimanya.
4.
Menentukan Sekolah yang Tepat
Di luar persyaratan-persyaratan dasar untuk pendaftaran SMA, hal yang paling penting adalah menentukan
sekolah yang tepat terlebih dahulu. Sebaiknya Anda memilih sekolah
yang sesuai dengan kemampuan anak agar mereka mudah melakukan adaptasi. Saat
ini, banyak sekali pilihan sekolah setingkat SMA, salah satunya adalah sekolah inklusi.
Sekolah inklusi
memiliki kurikulum yang sedikit berbeda dengan sekolah nasional pada umumnya.
Di sekolah ini, anak-anak tidak dituntut untuk dapat
menguasai seluruh mata pelajaran. Mereka
diperkenankan untuk memilih mata pelajaran yang disukai. Selain belajar mata
pelajaran tertentu, anak-anak juga diberikan ruang untuk mengasah bakat dan potensinya.
Mengasah setiap bakat anak merupakan tujuan
sekolah inklusi, selain meningkatkan prestasi akademik.
Anak-anak yang dapat mengembangkan bakatnya dipercaya akan lebih sukses di masa
mendatang daripada mereka yang dipaksa untuk selalu belajar. Oleh karena itu, orang tua sebaiknya mencari informasi tentang sekolah inklusi ini lebih banyak sebagai pertimbangan sebagai tempat menuntut ilmu
anak-anaknya.