Ketahui Aturan Usia Masuk SD yang Tepat
07 November 2020 18:00
Bersekolah di sekolah dasar (SD) merupakan pintu gerbang memulai
pendidikan yang lebih tinggi setelah playgroup dan taman kanak-kanak
(TK). Saat ini, aturan masuk SD negeri adalah anak sudah berusia minimal 7 tahun. Aturan
mengenai usia masuk SD ini masih banyak
dipertanyakan oleh orang tua. Alasannya, sejak masa TK, anak-anak
telah banyak belajar.
Banyak orang tua yang berpikir
bahwa makin dini
anak-anak masuk sekolah maka makin muda mereka menyelesaikan pendidikan
formal dan hal ini sangat baik. Namun, perlu diketahui bahwa aturan usia
masuk pada jenjang SD ini telah diatur oleh negara berdasarkan pertimbangan tertentu. Berikut beberapa alasan mengapa aturan masuk
SD negeri menjadi minimal 7 tahun.
Alasan Aturan Usia
Masuk SD
1.
Segi Psikologis
Anak-anak yang telah berusia 7 tahun akan
memiliki tingkat konsentrasi yang lebih baik dibandingkan mereka yang masih
berumur di bawah itu. Semakin bertambah usia anak-anak, maka tingkat konsetrasi
mereka akan semakin baik sehingga mereka mampu membedakan hal-hal yang perlu
diperhatikan atau tidak. Itulah kenapa usia masuk
SD yang tepat adalah 7 tahun.
Anak-anak yang masih berusia di bawah 7 tahun umumnya
akan kesulitan berkonsetrasi. Hal ini disebabkan
pekembangan mereka masih pada tahap pematangan
kemampuan motorik. Jadi, meskipun secara intelegensi mereka mampu menyelesaikan
soal-soal pada jenjang SD, umumnya mereka sering bermasalah karena keterampilan
geraknya masih terlalu aktif.
2.
Kemandirian
Memasuki jenjang sekolah dasar artinya mereka
telah dilepas untuk dapat menempuh pendidikan secara mandiri. Pada saat di
sekolah, mereka sudah tidak lagi ditemani oleh orang
tua. Untuk itu, sebaiknya anak-anak yang masuk SD telah memiliki kemandirian
yang lebih matang agar tidak bergantung pada orang lain. Jika masih bergantung
kepada orang lain, maka kemampuan problem solving tidak terbentuk dengan
baik.
Pada usia 7 tahun inilah anak-anak dianggap telah mampu memulai kemandirian mereka untuk belajar sendiri di sekolah sehingga disarankan sebagai usia masuk SD yang tepat. Mereka akan belajar menyelesaikan soal-soal dengan segala kemampuannya yang mereka miliki. Jika terlalu muda, mereka akan mudah menyerah dalam menyelesaikan masalah.
3.
Kecerdasan
Setiap anak memiliki tingkat kecerdasan masing-masing.
Meskipun masih sangat muda, ada beberapa di antara mereka yang memiliki
kemampuan istimewa alias jenius. Jadi, mereka akan mampu menerima
pelajaran sulit di tingkat SD. Namun, kemampuan istimewa ini tidak ada pada
setiap anak.
Rata-rata, pada usia kurang dari 7 tahun kemampuan kognitif mereka belum sepenuhnya
mampu untuk mengikuti pelajaran pada jenjang SD. Akibatnya mereka akan
kesulitan untuk mengikuti pelajaran. Untuk
itu, usia masuk SD minimal 7 tahun dan bisa dikecualikan untuk anak-anak dengan bakat
istimewa.
Perkembangan anak pada masa TK tidak melulu
soal inteligensia saja, tetapi lebih banyak pada kemampuan bergeraknya. Itu sebabnya, pada jenjang ini, anak-anak masih lebih banyak bermain dibandingkan mempelajari mata pelajaran formal. Dengan begitu, pada jenjang TK ini bakat istimewa setiap anak dapat diketahui sehingga dapat dikembangkan sejak dini.
Kenyataannya, pada masa
sekarang, tidak semua mata pelajaran yang pernah ditekuni akan digunakan. Oleh
karena itu, ketika memilih sekolah, sebaiknya orang tua mampu mempertimbangkan
perkembangan bakat mereka juga. Salah satunya yaitu dengan menyekolahkan anak ke sekolah inklusi.
Orang tua dapat memilih sekolah inklusi
karena selain belajar, , anak juga mendapat
ruang lebih luas untuk mengembangkan bakat istimewa mereka sejak dini. Tentu hal ini akan
membuat mereka akan lebih sukses di kemudian hari karena dapat menjadi ahli di bidang yang
mereka sukai dan tekuni. Anda dapat mengetahui manfaatnya lebih banyak lagi dengan mencari
informasi tentang sekolah ini.