Perkembangan Anak Usia 3 Tahun yang Perlu Diketahui
17 July 2020 12:52
Perkembangan anak usia 3 tahun perlu diperhatikan oleh orang tua. Anda mungkin melihat perubahaan kebiasaan anak pada usia ini karena anak akan semakin aktif dalam kegiatan sehari-hari. Kemampuan anak pada usia ini semakin banyak ditunjukkan. Hal ini mengingat usia 3 tahun merupakan langkah awal anak mengenal lingkungan luar. Berikut hal-hal yang mengikuti perkembangan anak usia 3 tahun.
Mengenal
Warna
Di usia ini, anak Anda sudah mengenal jenis-jenis warna bahkan mampu menunjuk warna-warna tertentu yang Anda minta. Selain itu, anak juga menjadi tertarik dengan objek di sekitarnya serta identitas warna dari objek tersebut seperti, topi merah, bola biru, jaket kuning, atau istilah serupa dalam bahasa inggris.
Aktif
Berbicara
Perkembangan anak usia 3 tahun ditunjukkan melalui keaktifan dalam berbicara. Mereka jadi lebih suka mengobrolkan banyak hal dan menjelaskan apa yang sedang mereka lakukan atau apa yang mereka lihat. Selain itu, anak mulai suka berkomunikasi dengan banyak orang karena mereka memandang sekitarnya sebagai teman. Perkembangan lainnya, anak mulai gemar bernyanyi sehingga kemampuan verbal mereka meningkat pesat.
Senang
Terlibat dalam Kegiatan Bersama
Pada usia 3 tahun, anak senang menjadi bagian dari keompok dan dilibatkan dalam kegiatan yang diikuti oleh banyak orang. Anak juga suka membantu Anda mengerjakan pekerjaan rumah. Mulailah mengajak anak untuk ikut mengerjakan pekerjaan rumah yang mudah seperti, membereskan mainan dan membuang sampah pada tempatnya. Dengan begitu, anak Anda sekaligus belajar tentang tanggung jawab dan kepuasan dalam megerjakan sesuatu dengan baik. Jangan lupa berikan pujian setiap kali mereka berhasil melakukan sesuatu.
Gerak
Motorik
Perkembangan anak usia 3 tahun
juga ditunjukkan melalui gerak motorik anak yang sudah mulai kompleks. Anda
dapat memerhatikan gerak telapak dan jari tangan anak Anda. Mereka menjadi
lebih ahli dalam menggengam dan membawa barang tanpa terjatuh. Gerak motorik
ini nantinya dapat membantu anak untuk berlatih menulis. Anda dapat melatih
gerak motorik anak melalui permainan lempar-tangkap bola atau menendang bola
guna mengembangkan koordinasi mata dan kaki-tangan mereka, serta motorik halus
dan kasar. Hal tersebut tidak hanya menjadi kegiatan yang menyenangkan bagi
anak Anda, tetapi juga bagus untuk pertumbuhan mereka.
Kontrol Emosi Belum Stabil
Tidak seperti kemampuan verbal yang meningkat, pada fase perkembangan anak usia 3 tahun kontrol emosi anak belum stabil. Anak masih sering ngambek dan menggerutu. Bahkan ketika kondisi emosinya tidak baik, mereka dapat berteriak atau meninggikan suaranya. Hal tersebut sering terjadi ketika keinginannya tidak dituruti atau mereka menolak sesuatu yang Anda perintahkan. Dalam situasi ini, Anda perlu mengontrol emosi mereka dengan cara menasihati mereka. Memberikan pujian pada anak menjadi cara mudah untuk mengatur emosi mereka dengan baik.
Mengenal
Angka
Pada fase perkembangan anak usia 3 tahun, bantu anak dalam mengenal angka. Anda dapat mengajari mereka dengan cara bertanya berapa usianya atau mendampingi mereka saat menyebut angka satu, dua, tiga dan seterusnya. Anda perlu membangun kemampuan berhitung anak dengan cara terus mengajak mereka menghitung mulai dari benda-benda yang ada di sekitarnya.
Mengenal
Batasan dan Sopan Santun
Di usia 3 tahun anak sudah
mampu mengenal batasan. Karena di usia ini anak mulai bersosialisasi dengan
orang di sekitarnya, penting bagi Anda selaku orang tua untuk memperkenalkan
sopan santun kepada mereka. Cara yang paling mudah mengajari anak tentang sopan
santun adalah dengan memberikan contoh. Sering-seringlah mengucapkan ‘terima
kasih’ dan ‘maaf’ setiap kali diperlukan. Tunjukkan pula cara makan yang baik
dan sopan serta maafkan kesalahan-kesalahan kecil anak. Selain itu, Anda juga
perlu melatih anak Anda untuk disiplin. Berikan penjelasan mengapa ada hal yang
dilarang dan diperbolehkan agar anak Anda dapat mengerti secara utuh.
Ciri-ciri perkembangan anak
usia 3 tahun yang dibahas di atas terjadi secara umum dan ada kemungkinan
muncul krakteristik yang berbeda antara anak yang satu dengan lainnya. Hal
ini dipahami sekolah bejenis sekolah inklusi, sehingga mereka memiliki metode khusus untuk dapat memberikan pelajaran anak sesuai karakternya hingga anak
mendapatkan pendidikan tahap SMA.