Sekolah Inklusif, Apa Bedanya dengan Sekolah Biasa?
22 November 2020 18:00
Dengan makin baiknya pemahaman tentang pentingnya
pendidikan bagi semua anak, tanpa memandang perbedaan, lahirlah konsep sekolah inklusif. Konsep ini menekankan pada dua
hal utama, yaitu bahwa anak berkebutuhan khusus memiliki hak yang sama dengan
anak lainnya dan bahwa setiap anak adalah unik dengan segala potensinya.
Pendidikan anak seharusnya difokuskan pada pengembangan bakatnya.
Keberadaan sekolah inklusif
menjadi alternatif baru bagi para orang tua untuk memberikan fasilitas
pendidikan yang terbaik kepada anak-anaknya. Agar lebih memahami perbedaan antara sekolah inklusif
ini dengan sekolah biasa yang kita kenal selama ini, simak ulasan berikut.
Perbedaan Sekolah Inklusif dan Sekolah Biasa
Setiap orang tua, pasti memiliki tujuan tertentu berkaitan
dengan pendidikan anak-anak. Tujuan pendidikan ini akan menentukan proses
pendidikan seperti apa yang akan dijalani anak, termasuk sekolah seperti apa
yang akan dipilih sebagai tempat anak menjalani proses pendidikannya.
Karena itu, penting bagi Anda untuk lebih dahulu memahami
perbedaan antara sekolah inklusif dengan
sekolah biasa. Perbedaan di antar keduanya dapat dilihat dari beberapa aspek
berikut ini.
1. Keberadaan Anak Berkebutuhan
Khusus (ABK)
Perbedaan pertama yang sangat mencolok adalah keberadaan
anak berkebutuhan khusus atau ABK di sekolah. Seperti diketahui, sekolah umum
tidak memiliki sistem belajar yang bisa memenuhi kebutuhan ABK.
Sebaliknya, sekolah berkonsep inklusif memiliki prinsip
utama bahwa setiap anak memiliki nilai yang sama, harus diperlakukan dengan
penuh respek, dan memberikan ruang belajar yang setara dengan anak lainnya.
Mereka bisa berinteraksi secara luas dengan siapa saja. Biasanya, sekolah ini
menerima ABK dengan kuota 5–10% dari total jumlah siswa.
Keberadaan ABK di sekolah tidak hanya bermanfaat bagi ABK
itu sendiri, tetapi juga untuk siswa lainnya. Mereka akan sama-sama belajar
bahwa perbedaan kondisi fisik dan mental adalah hal yang wajar dalam kehidupan
manusia di dunia.
2.
Sistem
Belajar
Karena karakter muridnya berbeda maka sistem belajar yang diterapkan pun berbeda. Sistem belajar di sekolah yang menerima ABK biasa disebut sistem belajar kolaboratif. Artinya, di dalam satu kelas terdapat dua orang guru, satu orang guru mengajar ABK dan satu orang guru mengajar anak non-ABK. Namun, ada juga sekolah memisahkan ruang kelas antara ABK dan murid lainnya.
3.
Konsep
Tentang Individu
Sekolah-sekolah non-iklusif pada umumnya cenderung
menyamaratakan semua murid. Seluruh siswa dianggap dan diharapkan memiliki
kemampuan yang sama sehingga mereka harus berkompetisi dalam semua mata
pelajaran.
Sementara itu, sekolah inklusif
memiliki konsep bahwa setiap anak
adalah individu yang unik, yang dibekali oleh Tuhan dengan bakat dan kemampuan
yang berbeda-beda. Jadi, guru tidak menuntut perkembangan akademik yang sama
untuk setiap anak, melainkan disesuaikan dengan kondisi masing-masing peserta
didik.
4.
Cara
Pandang Terhadap Perbedaan
Menyekolahkan ABK di sekolah luar biasa (SLB) justru akan
membuat ABK maupun anak non-ABK makin merasakan perbedaan di antara mereka.
Sekolah-sekolah inklusif hadir untuk mengubah cara pandang tersebut.
Dengan belajar dan berinteraksi setiap hari di sekolah inklusi,
akan tertanam pemahaman pada anak bahwa perbedaan memang ada dan merupakan hal
yang wajar sehingga tidak perlu menjadi masalah. Anak-anak biasa akan memahami
bahwa keberadaan ABK merupakan hal biasa dalam kehidupan sehari-hari.
Demikianlah beberapa perbedaan utama antara sekolah inklusif dengan sekolah umum yang bisa
menjadi pertimbangan dalam memilihkan sekolah terbaik untuk putra-putri Anda.
Selain mengetahui perbedaannya dengan sekolah umum, ada baiknya Anda juga menggali
informasi lebih banyak lagi tentang sekolah inklusi agar nantinya siap untuk mendukung konsep inklusif yang diusung
oleh pihak sekolah.