ANAK BERBAKAT

Cara Mengenali Karakter Anak serta Potensi yang Dimilikinya

06 October 2020 00:00

Anak merupakan tambatan hati dan buah cinta dari kedua orang tuanya yang diharapkan kelak bisa membawa nama baik dan kebanggaan bagi keluarga. Sebagai tumpuan harapan orang tua di masa depan, tentu tahapan perkembangan anak harus selalu dipantau. Sejak awal, sebaiknya orang tua sudah mengetahui karakter anak dan potensi yang mereka dimiliki.

Mengenali karakter yang ada pada anak merupakan hal yang penting dilakukan oleh orang tua di rumah dan juga gurunya di sekolah karena karakter merupakan bagian penting dari perkembangan anak. Ketika seorang anak sudah bisa diketahui karakteristiknya dan minat serta bakatnya, pembimbingan bisa diberikan secara optimal. Orang tua dan guru bisa memberikan bimbingan dan fasilitas yang tepat.


Cara Untuk Mengenali Karakter Anak dari Sikapnya


Anak yang diberikan pembelajaran dan bimbingan sesuai dengan karakter dan potensinya biasanya akan terhindar dari masalah kesulitan belajar. Dengan begitu, hasil dari proses pembelajaran tersebut juga akan lebih maksimal. Nah, untuk bisa mengenali karakter anak, Anda bisa melakukannya dengan cara-cara berikut ini.

1. Anak Pemalu 

Seorang anak yang memiliki karakter pemalu bisa dilihat dan dinilai dari beberapa sikap yang ditunjukkannya ketika berada di area publik. Anak pemalu biasanya akan cenderung menempel terus pada orang tuanya dan tidak mau jauh dari mereka. Anak dengan karakter pemalu dan kadang disertai juga dengan penakut biasanya akan merasa tidak nyaman ketika berada di keramaian.

Begitu juga ketika anak pemalu ini berada di sekolah yang baru saja dimasukinya. Mereka memerlukan waktu yang lebih lama untuk bersosialiasi dan akrab dengan teman-temannya. Jangan memaksanya untuk langsung bisa berinteraksi karena hal tersebut justru kurang baik bagi perkembangan anak

2. Anak Pemarah

Bukan hanya kita sebagai orang dewasa saja yang memiliki sifat dan karakter pemarah, anak-anak juga bisa mengalaminya. Jangan terburu-buru menganggap anak pemarah sebagai anak nakal karena hal tersebut sudah salah kaprah. Jika sejak awal anak diberi label nakal, secara sosial dia akan dijauhi oleh teman-temannya. 

Bagaimanakah karakter anak yang pemarah tersebut? Biasanya sikap yang ditunjukkan oleh seorang anak dengan karakter pemarah adalah keras kepala pada keinginannya. Anak akan marah dan menangis saat keinginannya gagal terlaksana. Jangan memarahi mereka, tetapi ajarkan cara untuk mengendalikan emosi marahnya tersebut.

Anda bisa mengajak anak melakukan aktivitas yang membangun ketika rasa marahnya muncul seperti bermain game edukasi. Selain itu, ajak mereka untuk melakukan aktivitas yang berguna, seperti membersihkan tempat tidur dan sebagainya.

3. Anak Sensitif

Menurut beberapa ahli perkembangan anak, sensitivitas akan muncul pada saat-saat tertentu yang membuat anak merasa tidak nyaman. Anak dengan karakter sensitif biasanya akan mudah menangis atau rewel hanya karena hal sepele, seperti baju yang gatal. Jika sudah mengenal bahwa karakter anak Anda sensitif, sebaiknya hindari hal dan kondisi yang membuat mereka tidak nyaman.

Anak sensitif juga akan cenderung rewel ketika diajak untuk melakukan perjalanan jauh atau pergi berbelanja ke pusat keramaian seperti mal. Kalau dalam kondisi seperti itu anak Anda menangis, sebaiknya segera ajak mereka pergi atau beristirahatlah dari perjalanan. Anak sensitif juga cenderung akan mengalami kesulitan belajar jika berada di situasi yang tidak nyaman baginya.

4. Anak Happy Go Lucky

Anak dengan karakterik seperti inilah mungkin yang paling disukai orang dan jarang mendapatkan label sebagai anak nakal. Mereka cenderung menjadi anak manis yang bisa menikmati setiap kondisi dan momen yang dialaminya. Anak seperti ini cenderung ramah, mudah bergaul, dan selalu tersenyum. Anak yang happy go lucky seolah tidak memerlukan pengasuhan khusus dari orang tuanya. 

5. Anak Aktif

Anak aktif juga tidak jarang dicap sebagai anak nakal oleh masyarakat karena cenderung tidak bisa diam. Anak dengan karakter aktif akan selalu bergerak dan melakukan aktivitas fisik di mana pun mereka berada. Mereka tidak takut memanjat, melompat-lompat, dan melakukan aktivitas fisik lainnya. Aktivitas mereka yang tinggi dan tidak bisa diam inilah yang membuat orang menilai mereka adalah anak nakal.

Bagaimana Anda menyikapi anak yang aktif seperti ini? Cara yang cukup mudah dilakukan adalah membuat mereka menyalurkan sifat aktifnya. Ajaklah mereka melakukan permainan yang mengeluarkan cukup banyak energi, seperti bermain bola atau bersepeda mengelilingi kompleks rumah.


Cara Mengenali Karakteristik Anak Didik di Sekolah


Setelah mengetahui jenis-jenis karakter anak, mungkin akan timbul pertanyaan  apakah hal tersebut bisa dijadikan sebagai indikator motivasi belajar mereka? Untuk mengetahui jawabannya, sebaiknya ketahui dulu cara untuk mengenali karakteristik anak didik di sekolah.

1. Amati Sikapnya

Guru bisa mengenali kecenderungan karakter yang dimiliki oleh anak didik dengan melihat sikap yang ditunjukkannya. Sikap yang dimaksud adalah seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, yaitu apakah anak tersebut termasuk pemalu, aktif, senstif, pemarah, atau happy go lucky. Setelah mengetahui kecenderungan sikap yang ditunjukkan anak, guru bisa tahu karakternya.

2. Perhatikan Perilakunya

Selain dilihat dari sikap yang ditunjukkan, karakter anak juga bisa dinilai dari perilaku mereka. Misalnya, anak yang aktif biasanya tidak bisa diam dan menyukai kegiatan fisik yang banyak. Anak yang pemalu akan lebih banyak diam dan menyendiri, tidak berbaur dengan teman-temannya. Begitu juga untuk mengenali karakter lainnya pada anak, lihat bagaimana mereka berperilaku.

Perilaku yang ditunjukkan ini nantinya juga akan bisa dijadikan sebagai salah satu indikator motivasi belajar anak. Jika merasa kondisi pengajaran tidak sesuai dengan keinginan mereka, biasanya perilaku yang ditunjukkan anak akan mengarah ke hal negatif. Contohnya, anak aktif tidak bisa duduk terlalu lama saat guru sedang menjelaskan sehingga dia akan cenderung tidak mendengarkan dan kurang fokus.

3. Cermati Tutur Katanya

Guru juga bisa memperkirakan dan menilai karakter anak dari cara mereka bertutur kata. Anak yang pemalu atau penakut biasanya akan berbicara dengan intonasi yang rendah sehingga sangat pelan, bahkan hampir tidak terdengar di telinga. Sebaliknya, anak yang pemarah akan lebih sering bertutur kata dengan irama yang lebih tinggi dan keras. 

Guru yang belum memahami karakteristik anak didiknya sangat mungkin akan mudah menganggap anak pemarah sebagai anak nakal. Salahnya jika ada guru yang telah melabeli seorang anak sebagai “anak nakal” lalu tidak mmberikan materi pelajaran yang baik untuk anak itu sehingga bisa membuat mereka mengalami kesulitan belajar. Jika hal seperti ini sampai terjadi, anak bisa gagal dalam proses belajarnya. Hal ini lah mengapa penting bagi seorang Guru untuk tau karakter anak dan tau cara mengatasinya.

Sebelumnya sudah disinggung bahwa karakteristik anak didik bisa memengaruhi indikator motivasi belajar mereka. Lalu, apakah sebenarnya yang disebut dengan indikator motivasi belajar tersebut? Silakan simak penjelasan di bawah ini.


Macam-Macam Indikator Motivasi Belajar Menurut Ahli


Menurut Sardiman

Sardiman mengatakan bahwa indikator yang bisa dijadikan alat pengukur motivasi belajar pada anak terdiri dari:

  • Tekun dalam menghadapi tugas yang diberikan
  • Ulet dalam menghadapi kesulitan
  • Menunjukkan minat pada berbagai masalah
  • Lebih suka bekerja secara mandiri
  • Lebih cepat bosan pada tugas yang rutin
  • Bisa mempertahankan pendapat
  • Tidak mudah meninggalkan hal yang diyakininya
  • Senang mencari permasalahan dan memecahkannya

Indikator-indikator tersebut diharapkan bisa membantu guru memberikan solusi kepada anak yang mengalami masalah kesulitan belajar sehingga anak tidak tertinggal dalam proses belajarnya.


Menurut Djaali (Schwtzgebel dan Kalb)

Macam indikator motivasi belajar menurut Djaali yang dikutip dari Schwtzgebel dan Kalb terdiri dari:

  • Menyukai kondisi dan tugas yang memerlukan tanggung jawab pribadi pada hasilnya, bukan sebatas untung-untungan atau kebetulan saja.
  • Memilih suatu tujuan yang realistis tapi menantang.
  • Mencari sesuatu yang akan membuatnya segera menerima umpan balik dari apa yang dikerjakannya.
  • Senang bekerja sendirian untuk bisa melampaui orang lain.
  • Bisa menunda kesenangan sesaat demi masa depan yang lebih baik.
  • Tidak tertarik untuk sekadar mendapatkan uang atau status semata dan lebih tertarik pada sesuatu sifatnya berupa prestasi.

Jika mengalami kesulitan belajar, anak jelas akan lebih sulit untuk bisa memenuhi indikator yang disebutkan di atas. Di sinilah tugas guru untuk membantu anak mengatasi masalah kesulitan belajar tersebut agar bisa mencapai keberhasilan.

Menurut Hamzah B. Uno

Hamzah B. Uno mengatakan bahwa motivasi belajar akan sangat besar pengaruhnya pada perkembangan anak, dalam hal ini kaitannya dengan keberhasilan. Anak yang memiliki perkembangan intelektual yang baik akan lebih berhasil dalam belajarnya dan hal tersebut dipengaruhi motivasi dari dalam dirinya. 



Untuk memaksimalkan perkembangan anak dan pembentukan karakternya, dibutuhkan sistem pengajaran yang tepat. Jika anak mendapatkan cara yang tepat dalam pembelajaran, motivasi bisa timbul dengan sendirinya. Karena itulah, dibutuhkan sistem pendidikan yang melihat potensi pada anak seperti sekolah inklusi. 

Alasan itulah juga yang melatarbelakangi adanya sekolah inklusi yakni untuk mendukung potensi diri anak sehingga tidak memberikan tekanan untuk dapat mengusai pelajaran akademis. Wawasan orang tua tentang sistem pendidikan yang mengedepankan potensi anak sangat penting bagi keberhasilan pendidikan anak. Karena itu, perlu kiranya bagi Anda untuk mendapatkan informasi yang lengkap dan tepat tentang sekolah ini